Pamor Korporasi Jepang Memudar
Sumber: http://cetak.kompas.com
Selasa, 2 Februari 2010 | 03:26 WIB
Toyota menjadi berita utama, tetapi mengenai hal yang negatif, sejak akhir pekan lalu. Mulai Senin (1/2), manajemen Toyota menyatakan akan mulai mengirimkan suku cadang untuk memperbaiki pedal gas mobilnya yang berpotensi membahayakan penumpang.
Kabar buruk itu terjadi beberapa saat setelah maskapai penerbangan terbesar Japan Airlines (JAL) menyatakan bangkrut dan terlilit utang.
Perusahaan perangkat elektronik ternama Jepang, Sony, juga sudah kalah pamor dengan pesaing dari AS maupun negara lain.
Honda, perusahaan otomotif nomor 2 Jepang, mengalami nasib serupa dengan Toyota. Honda menarik 646.000 kendaraan di seluruh dunia karena kesalahan pada tombol jendela yang berpotensi menimbulkan percikan api. Read more
Siapakah Ideator pada Pengembangan Produk?
Tulisan ini merupakan komentar dari salah seorang pengunjung blog ini, Dino Fabriant. Namun karena paparan yang diberikan mengenai pengembangan produk (product development) cukup lengkap dalam proses pengembangan produk inovatif, kemudian dijadikan satu tulisan. Hit product lahir dari kerjasama yang baik dan interaktif antar bagian terkait dalam pengembangan produk. Dino Fabriant, memiliki pengalaman yang cukup panjang di bidang desain pengembangan produk khususnya di bidang industri elektronik. Lebih dari satu dasawarsa mengabdi di perusahaan elektronik terkemuka Korea, LG Electronics sebagai industrial designer. Saat ini Dino Fabriant bekerja sebagai creative design manager di PT. Panasonic, Jakarta. Di bidang organisasi, beliau menjabat sebagai ketua ADPI (Assosiasi Desain Produk Indonesia).

Siapa sih sebenarnya ideator dari sebuah product development..?
Berdasarkan pengalaman saya dalam mengikuti proses product development di beberapa perusahaan dimana saya pernah bergabung disana, sering kali terasa sangat LINEAR.
Apa Hebatnya Ponsel Qwerty?
Beberapa bulan terakhir ini saya melihat pada teman-teman ada semacam tren mengganti perangkat handphone. Kalau sebelumnya rekan-rekan ini menggunakan telepon genggam jenis slim dan berukuran relatif kecil, kini telah beralih sebagai pengguna handset dengan keyboard yang lebih nyaman dan mudah “ditekan”, namun dengan dimensi yang lebih lebar
Ya, telepon selular (ponsel) jenis ini dikenal dengan ponsel qwerty. Hampir semua merek kini memiliki varian produk jenis qwerty. Keyboard nya dirancang mirip dengan komputer, proses pengoperasiannya (menekan huruf dan angka serta simbol lainnya) lebih mudah.
Di Indonesia, pengguna ponsel qwerty saat ini memang masih relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah pemakai handphone yang diperkirakan 100 juta orang. Read more
Sahabat Lama di Metro TV
Sahabat Lama di Metro TV
Senin, 24 Agustus 2009 saya sempatkan menonton Metro TV. Walau pun dalam jam kerja (pkl. 10.30~11.00 WIB), bagi saya momen yang satu ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Alasannya?…setidaknya ada dua hal.
Pertama:
Acara talkshow mengambil tema, Indonesia Good Industrial Design. Ini topik yang menarik dan penting bagi perkembangan dunia industri di negeri ini. Betapa tidak. Faktanya saat ini adalah, banyak perusahaan besar dan multinasional yang menjadikan negeri ini umumnya hanya sebagai sasaran pasar bagi produknya. Para engineer lokal umumnya hanya sebagai penerus konsep rancangan dan desain yang dibuat oleh head quarter. Read more
Motivasi Menulis Karya Ilmiah Masih Minim
Semoga para peneliti kita semakin termotivasi menulis dan memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal. Anggaran pendidikan yang cukup besar dari APBN (20%) mestinya menjadikan kualitas dan kuantitas penelitian yang lebih baik.
Sumber: kompas.com
KOMPAS.com — Tradisi menulis karya ilmiah dan memublikasikannya di jurnal ilmiah berakreditasi nasional ataupun internasional belum sepenuhnya terbentuk di kalangan pengajar di perguruan tinggi. Masih banyak kendala untuk kegiatan tersebut, terutama motivasi yang rendah.
Dr Swastiko Priyambodo dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, Senin (10/8), motivasi menulis dan memasukkannya ke jurnal ilmiah masih rendah dan sistem yang ada belum mendorong ke arah itu. Read more
Setelah Lean Six Sigma, Apa Lagi?
Banyak tool perbaikan (improvement) yang saat ini diterapkan di perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan. Persaingan bisnis yang semakin kompetitif menuntut para menajemen puncak (top management) perusahaan harus mempu mengelola dan mengembangkan perusahaan ke tingkat performa yang tinggi. Daya saing produk atau jasa yang dihasilkan sebagai output harus terus meningkat seiring seiring ketatnya kompetisi.
Six Sigma
Setelah Total Quality Control berkembang mulai sekitar awal tahun 1970-an, maka pada tahun 1980-an berkembang Total Quality Management (TQM) di dunia industri si seluruh penjuru dunia. Read more



