Value Innovation and Product Development

Dr. Kaoru Ishikawa seorang ilmuwan Jepang, merupakan tokoh kualitas yang telah memperkenalkan user friendly control, Fishbone cause and effect diagram, emphasised the ‘internal customer’ kepada dunia. Ishikawa juga yang pertama memperkenalkan 7 (seven) quality tools: control chart, run chart, histogram, scatter diagram, pareto chart, and flowchart yang sering juga disebut dengan “7 alat pengendali mutu/kualitas” (quality control seven tools).

Diagram Fishbone dari Ishikawa menjadi satu tool yang sangat populer dan dipakai di seluruh penjuru dunia dalam mengidentifikasi faktor penyebab problem/masalah. Alasannya sederhana. Fishbone diagram tergolong praktis, dan memandu setiap tim untuk terus berpikir menemukan penyebab utama suatu permasalahan.

Diagram “tulang ikan” ini dikenal dengan cause and effect diagram. Kenapa Diagram Ishikawa juga disebut dengan “tulang ikan”?…..ya memang kalau diperhatikan rangka analisis diagram Fishbone bentuknya ada kemiripan dengan ikan, dimana ada bagian kepala (sebagai effect) dan bagian tubuh ikan berupa rangka serta duri-durinya digambarkan sebagai penyebab (cause) suatu permasalahan yang timbul.

Dari gambar di atas terlihat bahwa faktor penyebab problem antara lain (kemungkinan) terdiri dari : material/bahan baku, mesin, manusia dan metode/cara. Semua yang berhubungan dengan material, mesin, manusia, dan metode yang “saat ini” dituliskan dan dianalisa faktor mana yang terindikasi “menyimpang” dan berpotensi terjadi problem. Ingat,..ketika sudah ditemukan satu atau beberapa “penyebab” jangan puas sampai di situ, karena ada kemungkinan masih ada akar penyebab di dalamnya yang “tersembunyi”. Bahasa gaulnya, jangan hanya melihat yang gampang dan nampak di luar.

Ishikawa mengajarkan kita untuk melihat “ke dalam” dengan bertanya “mengapa?……mengapa?…dan mengapa?”. Hanya dengan bertanya “mengapa” beberapa kali kita mampu menemukan akar permasalahan yang sesungguhnya. Penyebab sesungguhnya, bukan gejala.

Dengan menerapkan diagram Fishbone ini dapat menolong kita untuk dapat menemukan akar “penyebab” terjadinya masalah khususnya di industri manufaktur dimana prosesnya terkenal dengan banyaknya ragam variabel yang berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan. Apabila “masalah” dan “penyebab” sudah diketahui secara pasti, maka tindakan dan langkah perbaikan akan lebih mudah dilakukan. Dengan diagram ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita untuk dapat melihat semua kemungkinan “penyebab” dan mencari “akar” permasalahan sebenarnya.

Kaoru Ishikawa, ilmuwan yang banyak menyumbangkan pemikiran di bidang manajemen kualitas ini lahir pada tahun 1915 di Tokyo, Jepang. Alumni teknik kimia Universitas Tokyo ini ingin merubah konsep pemikiran manusia tentang bekerja. Ishikawa mengurai secara rinci prinsip plan-do-check-act W.Edward Deming, sang kreator P-D-C-A menjadi;

1. Plan-P

>> Tentukan gol dan target

>> Tentukan cara/metode mencapai gol

2. Do-D

>> Terlibat dalam pendidikan dan pelatihan

>> Implementasi pekerjaan

3. Check-C

>> Cek akibat dari implementasi

4. Act-A

>> Mengambil tindakan yang sesuai

Bagaimana Menggunakan Diagram Fishbone?

Ya….inilah bagian yang paling penting. Ishikawa san telah menciptakan ide cemerlang yang dapat membantu dan memampukan setiap orang atau organisasi/perusahaan menyelesaikan masalah dengan tuntas sampai ke akarnya. Kumpulkanlah beberapa orang yang mempunyai pengalaman dan keahlian memadai menyangkut problem yang terjadi. Semua anggota tim memberikan pandangan dan pendapat dalam mengidentifikasi semua pertimbangan mengapa masalah tersebut terjadi. Kebersamaan sangat diperlukan di sini, juga kebebasan memberikan pendapat dan pandangan setiap individu.

Ini tentu bisa dimakhlumi, manusia mempunyai keterbatasan dan untuk mencapai hasil maksimal diperlukan kerjasama kelompok yang tangguh. Masalah-masalah klasik di industri manufaktur seperti:
>> keterlambatan proses produksi

>> tingkat defect (cacat) produk yang tinggi

>> mesin produksi yang sering mengalami trouble

>> output lini produksi yang tidak stabil yang berakibat kacaunya plan produksi

>> produktivitas yang tidak mencapai target

>> complain pelanggan yang terus berulang

dan segudang masalah besar dan rumit lainnya, perlu ditangani dengan benar.

Solusi instan yang hanya mampu memandang sampai tingkat gejala, tidak akan efektif. Masalah mungkin akan teratasi sesaat, namun cepat atau lambat akan datang kembali.

Kaoru Ishikawa yang juga penggagas konsep implementation of quality circles ini sangat percaya pentingnya dukungan dan kepemimpinan dari manajemen puncak (top management) dalam suatu organisasi/perusahaan didukung oleh kerjasama tim (teamwork) yang solid sangat berperan dalam pembuatan produk unggul dan berkualitas.

Selesaikanlah suatu masalah sampai ke akar-nya dengan tuntas agar masalah yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Selamat mengimplementasikan diagram Ishikawa!.

Read Also.....

Comments (23)

  1. hendry gaol said on 25-09-2008

    Saya suka metode ini…cuma bisa jadi kepanjangan prosesnya…

    [Reply Komentar]

  2. hardipurba said on 26-09-2008

    @hendry gaol
    Prosesnya menjadi lebih panjang namun hasilnya lebih maksimal….ok juga kan? :-)

    [Reply Komentar]

  3. rereriza said on 12-02-2009

    Salah satu metode yang baik untuk menemukan masalah, hanya yang sulit adalah menemukan solusinya ketika ada keterbatasan SDM/SDA yang ada.
    Perlu diberikan contoh yang sederhana yang sering dihadapai pemula/industri kecil sehingga bisa memberikan mereka stimulus untuk mengaplikasikan (DO) tidak hanya merencanakan (Plan). Terima Kasih

    [Reply Komentar]

  4. hardipurba said on 16-02-2009

    @rereriza
    Terima kasih untuk masukannya pak.
    Saya akan coba usahakan memberikan contoh praktis diagram Fishbone agar lebih mudah diaplikasikan.
    Terima kasih.

    [Reply Komentar]

  5. Gede said on 06-04-2009

    Sudah sering mendengar istilah fishbone ini, baru kali ini tahu siapa pencetusnya. Terima kasih atas infonya

    Btw: kalau bisa ditambahkan contoh sepertinya lebih sempurna :)

    [Reply Komentar]

  6. hardipurba said on 22-04-2009

    @Gede
    Terima kasih telah berkunjung.
    Baik, akan ditambahkan contoh aplikasinya.
    Salam.

    [Reply Komentar]

  7. bambang wiratmo said on 30-01-2010

    Dulu waktu skripsi S1 pernah menganalisa sebab akibat dari suatu masalah di pengemas Tepung terigu di PT Bogasari Flour Mills.
    dan ini sangat efektif untuk menentukan masalah apa yang paling banyak sampai ke akar2nya

    [Reply Komentar]

  8. unique said on 08-03-2010

    Sangat bagus…terima kasih dapat membantu saya mendapat info tentang fishbone….

    [Reply Komentar]

  9. Myra Nayaka said on 31-03-2010

    Maav maS,,
    Da NuMpang NimbRung ??
    Myra,,
    Mnta tolong bisa gk mas?

    [Reply Komentar]

  10. Dani AS said on 01-04-2010

    sangat membantu sebagai bahan kuliah.. thank pisan

    [Reply Komentar]

  11. ram said on 24-06-2010

    mantap deh

    [Reply Komentar]

  12. edi suryanto said on 23-01-2011

    solusi paling tepat bisa di terapkan dimana saja

    [Reply Komentar]

  13. arwianto said on 28-01-2011

    bgaimana diagram tulang ikan di pakai dalam menyelesaiakn masalah distribusi raskin minta bantuannya mas mohon hub 081237177137

    [Reply Komentar]

  14. ahdar said on 30-01-2011

    terima kashi menyanykain informasi yang penting,, so pasti bermanfaat

    [Reply Komentar]

  15. Bambang said on 19-03-2011

    Horas Lae…
    Blog bagus.
    salam kenal… saya di TPL (Indo Rayon Porsea).
    TQM Department

    [Reply Komentar]

  16. hardipurba said on 31-03-2011

    @Bambang
    Horas Lae,…salam kenal juga.
    Selamat berkarya di TPL Porsea, Departemen TQM.
    Terima kasih telah berkunjung ya Lae,..
    Salam sukses.

    Horas.

    [Reply Komentar]

  17. referensi buku kuliah said on 12-09-2011

    artikel yang menarik. sekedar info bahwa kami menyediakan buku2 ilmu pendidikan sebagai bahan referensi kuliah dan skripsi. dengan harga mahasiswa
    terima kasih.
    salam

    [Reply Komentar]

  18. Ferdiansyah said on 05-10-2011

    Mantapz…
    Menarik…
    hal ini pernah kami terapkan untuk Mine Plan Engineer Analyst…
    Hasilnya cukup membantu…

    Sukses Selalu

    [Reply Komentar]

  19. joko prakoso said on 14-12-2011

    pak,,saya mau tanya nih..
    sekarang ini kan untuk pendaftaran calon PNS di medan dilakukan secara manual (melalui kantor pos,harus mengantri tentunya,menunggu konfirmasi berkas ditrima atau tidak melalui balasan dari kantor pos begitu juga utk mendapat kartu uian seta pengumuman nya melalui media cetak..)
    nah,,sekarang ini diasumsikan pendaftarannya dilakukan secara online serta dapat mencetak kartu ujian sendiri dan pengumuman keluusan juga..
    kira-kira apa2 saja ya pak yang menjadi permasalahan serta rangka2 kalau jika dianalisis dengan fishbone untuk pendaftaran secara manual tadi sehingga dibangun nya pendaftaran online?

    tolong dijawab ya pak..
    trim’s..
    :)

    [Reply Komentar]

    admin Reply:

    @joko prakoso
    Sudah banyak institusi yang menggunakan media online dan tentu sangat membantu…baik panitia maupun calon/kandidat pada institusi tertentu. Universitas Indonesia (UI) misalnya sudah menggunakan sistem online dalam menjaring mahasiswa baru (demikian juga dengan banyak Universitas yang lain). Mulai dari registrasi (memasukkan data-data), jurusan/fakultas yang dipilih, upload photo, bayar uang pendaftaran…sampai print Kartu Peserta Ujian dilakukanonline, tanpa perlu datang ke kampus UI Depok/Salemba. Ke sana hanya saat ujian saja….sedangkan pengumuman kelulusan juga secara online…dst.
    Permasalahan kalau sistem manual jelas…………..memakan waktu lama, biaya lebih besar,..dst. Dalam menerapkan Fishbone diagram, silahkan tetap silihat dari aspek: Manusia, Metode, Material, Mesin, serta faktor Lingkungan (environment). Kita dapat mencari keterkaitan semua aspek ini terhadap akibat (permasalahan yang terjadi)….selamat mencoba. Salam sukses.

    [Reply Komentar]

  20. agus said on 03-03-2012

    sebenarnya saya masih ingin banyak mengetahui tentng diagram ishikawa ini. untuk menjadi pemenang QCC di perusahaan saya

    [Reply Komentar]

  21. [...] Purba, H.H. (2008, September 25). Diagram fishbone dari Ishikawa. Retrieved from http://hardipurba.com/2008/09/25/diagram-fishbone-dari-ishikawa.html [...]

  22. multi nadeak said on 22-04-2012

    Bagus pak materinya

    [Reply Komentar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *