Ditulis Oleh Hardi Purba
Konsumen di negara ini cenderung heboh menyambut produk-produk baru, khususnya produk yang diimpor dari negara luar. Apalagi diiming-imingi dengan pemotongan harga (discount) besar, ribuan konsumen akan menyerbu. Itulah yang terjadi beberapa hari yang lalu, ketika RIM (Reach In Motion) produsen ponsel cerdas, Black Berry (BB) meluncurlan produk seri terbaru Bold 9790 di kawasan Pasific Place Jakarta, Jumat 25 November 2011.














Perusahaan otomotif raksasa Jepang Toyota, memimpin peraihan penjualan kendaraan mobil tahun 2010. Secara global, Toyota bersama perusahaan grupnya Daihatsu Motor Company dan Hino Motors Limited mampu membukukan angka penjualan sebesar 8,42 juta unit, atau naik 8% dibandingkan tahun 2009. Pencapaian gemilang ini juga berarti Toyota menempati posisi nomor satu penjualan kendaraan secara global berturut-turut 3 (tiga) tahun, yakni tahun 2008, 2009 dan 2010.
Philip B. Crosby mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan persyaratan atau spesifikasi (conformance to requirements or specification). Sebagai seorang profesional manajemen kualitas, konsultan dan penulis buku ilmiah yang terkait dengan pengembangan kualitas moderen, Crosby menyebarkan konsep tanpa cacat (zero defects)
Setelah perusahaan raksasa Nokia mengumumkan pergantian Chief Executive Officer (CEO) Olli-Pekka Kallasvuo awal bulan ini, giliran CEO perusahaan multinasional dari Korea Selatan LG Electronics, Nam Yong yang mengundurkan diri efektif per 1 Oktober 2010 yang akan datang. Perusahaan elektronik raksasa dari negeri ginseng ini akan dipimpin oleh big boss yang baru, Koo Bon-Joon yang kini menjabat sebagai CEO LG Global, salah satu anak perusahaan LG’s Business.
Berita ini sesungguhnya tidaklah terlalu mengejutkan. Adalah hal yang lumrah perusahaan mengganti pucuk pimpinan sekelas CEO. Perusahaan butuh penyegaran organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja dan daya saing korporasi. Para CEO yang diganti tersebut juga tercatat sebagai orang yang sudah lama mengabdi di dalamnya.






