5 Why: Tanyakan Lima kali Kenapa?

May 4, 2009 · Print This Article

tanyakan-5-kali-kenapa5 Why, suatu metode sederhana (simple) namun cukup efektif dalam menganalisa dan menyelesaikan suatu permasalahan. Menanyakan 5 (lima) kali Why memungkinkan kita dapat melihat persoalan tidak hanya sebatas gejala (sympthon) yang muncul ke permukaan, namun sampai ke akar permasalahan sesungguhnya. Solusi yang hanya melihat akibat tanpa menggali lebih dalam sampai pada Why terakhir, dapat berakibat solusi perbaikan yang dilakukan terlampau dangkal dan dapat dipastikan sesungguhnaya masalah tersebut belumlah tuntas. Ini yang perlu dihindari.

Penyelesaian masalah yang hanya seolah-olah kelihatan tuntas, dapat berakibat fatal dengan munculnya masalah yang lebih rumit dan kompleks. Terkadang kita perlu mengeluarkan biaya besar hanya karena kita lalai dan mengabaikan hal kecil. Standar pengisian air radiator, jadwal mengganti oli mesin pada kendaraan atau waktu penggantian tali kipas (van belt) yang umumnya mudah dilakukan dan biayanya relatif murah.

Namun jangan salah, kelalaian pada kasus seperti disebutkan di atas bisa berakibat fatal dan merusak komponen lain dalam suatu peralatan. Biaya nya juga umumnya akan mahal. Pada industri manufaktur misalnya, perlakuan (treatment) yang kurang tuntas dalam penangangan suatu masalah, umumnya membutuhkan upaya yang lebih rumit di masa yang akan datang, cepat atau lambat. Oleh karena ini perlu selalu diupayakan penyelesaian masalah sampai tuntas ke akarnya.

Metode 5 Why sering dipergunakan. Konkritnya, tanyakanlah 5 (lima) kali Kenapa? pada suatu masalah yang membutuhkan penanggulangan. Baik permasalahan besar yang rumit maupun persoalan kecil yang sederhana. Rekan saya orang Jepang pernah mengatakan kepada, sambil dia memegang selembar kertas polos dan menghadapkannya sekitar setengah meter dari pandangan saya “ Hardi san, pandang lah dulu kertas ini sampai bolong”. Dengan sedikit kesal dalam hati sempat juga sedikit menggerutu sama orang Jepang tua yang satu ini J.

Wah, repot juga ini, bagaimana caranya bisa bolong?. Kalau pakai ujung pena atau lidi kecil sih dengan mudah saja kertas tipis ini bisa tembus. Apalagi kalau punya tenaga supranatural atau pemain sulap J. Tidak akan susah. Tetapi kalau hanya memandanginya?, sampai kapan? J.

Apakah menayakan Kenapa? harus lima kali?. Mengapa bukan enam kali saja atau bahkan sepuluh kali?. Ya, sesungguhnya tidaklah harus lima kali kita menanyakan Kenapa?. Lima kali di sini hanyalah mau menekankan agar jangan cepat puas atas solusi yang semu. Melupakannya dan menganggapnya sudah selesai. Ini bisa berbahaya karena akan sangat mungkin masalah ini akan muncul kembali bahkan dengan intensitas yang lebih besar.

Menayakan Kenapa harus kita lakukan sebanyak-banyaknya terhadap suatu masalah sampai berhenti dan menemukan penyebab sesungguhnya dari permasalahan tersebut. Ketika penyebab utama sudah ditemukan maka fokus berikutnya adalah mengatasi persoalan berdasarkan pada penyebab utamanya. Berikut contoh penerapannya.

mobil_mogok

Masalahnya, Kendaraan mati dan tidak bisa di-start. 5 Why dapat diterapkan dalam kasus ini.

1. Kenapa kendaraan mati? (Batere mati sehingga tidak bisa ngisi)

2. Kenapa batere mati dan tidak bisa ngisi? (Alternator tidak berfungsi)

3. Kenapa tali kipas (belt) alternator tidak berfungsi?. (tali kipas rusak)

4. Kenapa tali kipas (belt) alternator rusak? (Sudah lama tidak pernah diganti

dan jadwal seharusnya penggantian tali kipas sudah lewat).

5. Kenapa tidak diganti sesuai waktu penggantian?. (lalai)

Dalam kasus ini, sepertinya dengan hanya lima kali Kenapa (tidak perlu delapan atau duabelas kali), penyebab utamanya sudah bisa ditemukan. Dan ternyata main factor nya sederhana saja. Lalai. Solusi permanent nya?,..ya jangan lalai memeriksa waktu penggantian belt alternator dan komponen lainnya sesuai schedule yang ditetapkan.

Seandainya kita berhenti pada Why-kedua, maka kita akan mengisi atau mengganti batere sebagai solusinya. Untuk sementara waktu mungkin kendaraan bisa digunakan. Setelah itu masalah yang sama akan muncul. Kndaraan akan mati dan tidak bisa hidup. Begitu seterusnya. Masalah yang sama akan terus berulang dan bahkan lebih rumit kalau kita tidak mampu menemukan penyebab utama suatu masalah.

Jangan tertipu oleh gejala, pahamilah penyebabnya. Tanyakan 5 (lima) kali Kenapa?.

13 Responses to “5 Why: Tanyakan Lima kali Kenapa?”

  1. Hazairin Darmis on November 13th, 2009 4:23 pm

    Pak artikel nya bagus-bagus boleh ijin di masukan ke blog saya?

  2. hardipurba on November 13th, 2009 5:03 pm

    @Hazairin Darmis
    Silahkan dimasukkan ke blog nya Pak, dengan senang hati.
    Syaratnya satu Pak,…..jangan lupa menulis sumbernya 🙂
    Saya sudah berkunjung ke blog Pak Hazairin…..senang berkenalan dengan Bapak.
    Salam.

  3. Hazairin Darmis on November 16th, 2009 2:07 am

    Pasti pak sy cantumkan sumber nya, terima kasih banyak, senang dapat mengenal bapak juga

  4. Hazet on November 29th, 2009 8:32 am

    Pak Hardi

    Artikelnya apa boleh dikopi, pak untuk bahan bacaan, renungan dan disampaikan kepada orang lain. Biar bisa berbagi ilmu dg lainnya.

  5. hardipurba on November 30th, 2009 12:10 am

    @ Hazet
    Silahkan Pak….dengan senang hati.
    Itulah tujuan blog sederhana ini dibuat, agar dapat saling share dan berbagi pengetahuan/pengalaman dengan orang lain.
    Salam.

  6. Satriyo on August 22nd, 2010 4:39 am

    Dear Pak Hardi,
    Artikel Bagus, saya ijin untuk copy dan untuk di kenalkan ke temen2 yang belum paham
    Thanks
    Satriyo

  7. hardipurba on August 23rd, 2010 4:19 am

    Ok Pak Satriyo,…silahkan dicopy.

  8. Lilyana on October 19th, 2011 9:15 am

    Izin share ya pak, so pasti akan saya sebutkan sumbernya.
    Thanks in advance.

  9. admin on October 20th, 2011 9:40 pm

    @Lilyana
    Silahkan dishare….semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

    Btw…terima kasih telah berkunjung.

    Salam sukses.

  10. dian on June 1st, 2012 3:05 pm

    Artikelnya bagus Pak 🙂 Bermanfaat sekali untuk membantu Tugas Akhir S1 saya untuk lebih memahami konsep 5-Why ini 🙂 Terimakasih Pak

  11. admin on June 2nd, 2012 4:48 pm

    @Dian. Terima kasih juga telah berkunjung. Salam sukses.

  12. bayu on March 26th, 2013 11:35 am

    Artikel yang bagus. Mohon ijin untuk menyadur dan mencantumkan sumber di daftar pustaka skripsi saya.
    Terima kasih

  13. admin on April 18th, 2013 10:12 am

    @bayu
    Ok Mas Bayu, silahkan disadur.
    BTW,..Terima kasih telah berkunjung.

    Salam sukses.