Diagram Pareto dari Vilfredo Pareto

November 30, 2010 · Print This Article

Oleh Hardi Purba

Pareto menemukan fakta bahwa 80% kekayaan Italia dikuasai oleh 20% dari jumlah penduduk Italia, yang kemudian dikenal dengan “80-20 rule”. Penemuan Pareto terus berkembang dan diaplikasikan dalam menganalisa berbagai bidang, tak terkecuali dalam manajemen kualitas.

paretoPenyebab permasalahan sering terdiri dari beberapa faktor. Bisa puluhan bahkan ratusan item faktor terjadinya penyimpangan atau ketidaksesuaian. Perlu disusun dan diurutkan mulai dari yang paling signifikan dan seterusnya, hingga semua faktor penyebab defect termuat dalam satu diagram.

Seorang ekonom Italia Vilfredo Pareto  (1848-1923) melakukan penelitian perekonomian Italia dan Pareto menemukan fakta bahwa 80% kekayaan bangsa Italia dikuasai oleh 20% dari jumlah penduduknya, yang kemudian dikenal dengan istilah “80-20 rule”. Penemuan Pareto terus berkembang dan diaplikasikan dalam menganalisa berbagai bidang, tak terkecuali dalam manajemen kualitas.

Pada tahun 1950, tokoh manajemen kualitas dunia, Dr. Joseph Juran juga menerapkan  konsep penemuan dan  prinsip “80-20 rule” Pareto, dimana tokoh penemu konsep “trilogi kualitas” ini  memublikasikan penemuannya bahwa 80% dari sejumlah uang yang hilang (loss) sebagai akibat masalah kualitas, terdapat dalam 20% item permasalahan kualitas. Tidak perlu item penyebab yang berjumlah puluhan bahkan (mungkin) ratusan tersebut kita tangani, namun dengan metode temuan Pareto kita dapat secara cerdas fokus kepada faktor-faktor yang memiliki implikasi secara signifikan.

Dalam perkembangan selanjutnya, “80-20 rule” melalui Diagram Pareto sering diaplikasikan pada berbagai variasi permasalahan dan situasi secara luas. Scrap (material yang terbuang dalam proses manufaktur), kesalahan menginput data pada sistem dalam periode tertentu, data penjualan, data compain konsumen, dan sebagainya kerap memakai Diagram Pareto dari Vilfredo Pareto dalam memudahkan menganalisis dan menangani berbagai hambatan dan persoalan yang ditemukan. Diagram Pareto sangat membantu kita memisahkan permasalahan yang vital dan berpengaruh secara signifikan, sehingga dapat menganalisa serta menyelesaikan akar permasalahan dengan tepat.

Bagaimana menggunakan Diagram Pareto?

Inilah bagian yang sangat penting, bagaimana kita dapat menerapkan dan mendapat manfaat konsep penemuan Vilfredo Pareto.

Secara umum terdapat 9 (sembilan) tahapan menggunakan Diagram Pareto adalah sebagai-berikut:

1. Pilih topik yang akan dibuatkan diagramnya.

2. Tentukan data-data apa saja yang diperlukan. Misalnya data complain konsumen semua produk tipe X selama periode tertentu.

3. Kumpulkan data yang berhubungan dengan masalah kualitas yang akan diteliti. [Misalnya kumpulkan data jenis complain nya apa, berapa frekuensinya, di area mana, dan seterusnya].

4. Buatkan semua data yang telah dikumpulkan dalam satu lembar, berikut total atau frekuensi kejadian setiap tipe atau kategori.

5. Tentukan jumlah total ketidaksesuaian dan hitung persentase masing-masing setiap kategori. [Misalnya kategori “Tombol remote control tidak berfungsi: 150 (35%)”, “Monitor retak:86 (21%), dan seterusnya]

6. Tentukan biaya-biaya atau kerugian akibat ketidaksesuaian setiap kategori tersebut. [Misalnya biaya kategori “Tombol remote control tidak berfungsi: $210″, “Monitor retak:$360, dan seterusnya].

7. Pilih skala diagram yang akan dipakai sehingga gambar diagram tersebut mudah terlihat dan proporsional.

8. Gambarkan Diagram Pareto, dari kiri ke kanan mulai dari urutan tertinggi sampai terendah dengan teratur.

9. Analisa diagram tersebut.

Apakah Anda tertarik?….selamat menerapkan Pareto Chart dalam menganalisis permasalahan atau ketidaksesuaian secara tepat dengan fokus pada kategori yang paling signifikan.

Draw a flowchart for whatever you do.

Until you do, you do not know what you are doing,

you just have a job

[Dr. W. Edwards Deming]