Antri BlackBerry Bellagio: Nilai Fungsional atau Emosional?

November 30, 2011 · Print This Article

Ditulis Oleh Hardi Purba

antri BBKonsumen di negara ini cenderung heboh menyambut produk-produk baru, khususnya produk yang  diimpor dari negara luar. Apalagi diiming-imingi dengan pemotongan harga (discount) besar, ribuan konsumen akan menyerbu. Itulah yang terjadi beberapa hari yang lalu, ketika RIM (Reach In Motion) produsen ponsel cerdas, Black Berry (BB) meluncurlan produk seri terbaru  Bold 9790 di kawasan Pasific Place Jakarta, Jumat 25 November 2011. Penjualn produk terbaru dengan nama Bellagio tersebut berakhir ricuh dan berbuntut panjang, yang sampai kini masih ditangani aparat kepolisian. Calon pembeli yang datang jauh melebihi perkiraan awal. Konsumen yang sangat antusias memiliki BlackBerry Bold 9790 saling berebut, kericuhan tidak dapat dihindari.

antri BB BellagioProduk yang dikenai discount 50% tersebut hanya tersedia sebanyak 1000 buah, padahal pengantri sudah berjubel dan lokasi penjualan membentuk lautan manusia seolah tidak sabar memperoleh produk dengan desain elegan tersebut. Beberapa pengantri pingsan dan membutuhkan bantuan aparat keamanan untuk mengendalikan suasana. Selain pola konsumtif masyarakat kita yang tergolong tinggi, namun perlu juga dilihat dari sisi yang lain. Bukankag produk merek lain juga menyediakan telepon cerdas dengan fitur yang hampir sama, atau bahkan lebih “cerdas”, misalnya iPhone produk Apple yang juga sudah mulai memasyarakat di negeri ini?. Mengapa semua varian produk BlackBerry direspon sangat antusias oleh konsumen kita?.

Di seluruh dunia pengguna produk yang berpusat di Kanada tersebut diperkirakan sekitar 70 juta-an unit atau bertambah sekitar 20 Juta dari periode yang sama tahun 2010 yang lalu. Suatau pencapaian yang tergolong fantastis perangkat telokomunikasi yang harganya tergolong mahal. Dari sisi fungsi, BB tergolong lengkap dan hebat, namun terdapat juga produk smartphone buatan brand lain yang memiliki fitur “sama” dari sisi fungsi set perangkat komunikasi. Di Indonesia konsumen pengguna BB cenderung “meluas” dan mulai masuk ke semua segmen, tidak lagi terbatas pada kalangan eksekutif muda. Secara teknis BB, khususnya  9790 Bellagio memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut:

BlackBerry model Bellagio

– Berat : 107 gram, lebih ringan dari Onyx I (136 gram) dan Onyx II (122 gram).

– Tebal:  11,40 mm, lebih tipis daripada pendahulunya Blackberry Onyx I /        Bold 9700 (14,00 mm) dan Onyx II / Bold 9780 (15,00 mm).

– Layar LCD:  2,45 inch,  lebih besar dibanding Onyx II (2,44 inch)

– Resolusi:  480 x 360 pixel

– Kamera: 5MP autofokus dengan LED Flash

– Video: VGA (belum disupport dengan HD recording)

– Memori internal: 8GB

– Prosesor: Marvel Tavor MG1 1 GHz  (browsing lebih cepat, khususnya pada jaringan 3G)

– Baterai:  1.230 mAh (dapat bertahan pada pemakaian sekitar 8-10 jam)

– Harga: Rp.4.600.000.

Para pengguna smartphone tak terkecuali BlacBerry umumnya menggunakan telepon cerdas ini untuk membuka situs jejaring sosial seperti twitter dan facebook yang kian menjamur di negeri ini. Artinya penggunaannya adalah untuk sesuatu yang bersifat pribadi (personal). Daya tarik suatu produk atau pelayanan dapat dilihat dari dua value (nilai): fungsional atau emosional. Nilai fungsional jelas, produk yang akan dibeli dilihat dari fungsinya. Sedangkan nilai emosional terkait dengan nilai-nilai emosional seperti harga diri (gengsi) orang yang bersangkutan ketika memiliki suatu produk baru lebih dahulu. Seseorang akan merasa kurang “berkelas” atau bahkan kurang “gaul” apabila belum memiliki BB?…..entahlah….yang jelas orang rela antri dan berhempitan bahkan ada yang mengunggu semalaman di toko tempat penjualan (dan membayar Rp. 2,4juta) untuk memperoleh produk dengan desain elegan, Bellagio.

2 Responses to “Antri BlackBerry Bellagio: Nilai Fungsional atau Emosional?”

  1. Meilan Agustin on December 16th, 2011 2:34 pm

    Kalau menurut saya pak, keberhasilan Blackbery di Indonesia terletak pada fitur BBM (BlackBery Messange) -nya. Karna hal itulah yang menjadi pertimbangan pertama ketika konsumen disini membeli BB. Itu sejalan dengan kondisi dan budaya kita yang suka “mengobrol” atau lebih halusnya bersilahturahmi dengan kerabat dan kawan-kawan. Pada awal masuk kesini, hanya BB smart phone yang menyediakan pelayanan messange gratis. Nah akhirnya terbentuklah komunitas-komunitas yang terhubung dengan BB, sehingga ketika ada seseorang yang ingin bergabung, mau ga mau harus pake juga tuh BB. Karna sejak awal image BB sudah sangat baik di Indonesia, walaupun banyak smart phone lain yg muncul tampaknya masih susah mengusur populasi BB. Jadi memang kebanyakan orang membeli karena faktor emosionalnya.
    Namun banyak juga orang yang akhirnya membeli karena fungsional, ada kenalan saya menggunakan BB-nya untuk berjualan kue basah tiap hari di kantornya. Dan ketika BB-nya hilang, dia lngsung menggantinya karna takut bisnisnya tak berjalan lagi walaupun terpaksa minjem utangan. Sebagai konsumen, sudah seharusnya kita menjadi konsumen yang cerdas. Gunakan akal sehat dan logika!

  2. admin on February 7th, 2012 3:19 pm

    @Meilan
    Jadi selain yang hanya digunakan “ngobrol”..banyak juga yang memang menggunakannya untuk mendukung pekerjaan/bisnis ya Pak….terima kasih atas pencerahannya….semoga semakin banyak konsumen ‘yang cerdas” di masa yang akan datang.
    Salam sukses.