NovoPen: PRODUK INOVATIF Dari NOVO NORDISK

August 8, 2008

NovoPen-Echo-imageNovo Nordisk?…..Ya,…walaupun mungkin masih banyak yang belum pernah mendengar atau melihat produk-produk perusahaan yang berasal dari Denmark ini, sesungguhnya produknya yang bernama NovoPen, adalah produk sarat inovasi kreatif dan berhasil mengarungkan “perahu” bisnisnya ke zona spektakuler yang bernamaSamudra Biru” (Blue Ocean).

NovoPen, adalah peralatan suntik insulin bagi penderita penyakit gula (diabetes). Bagi penderita penyakit ini, penyuntikan insulin secara berkala merupakan keharusan untuk dapat mempertahankan kualitas kesehatannya. Pada dasarnya, Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis disebabkan hormon insulin penderita tidak mencukupi, atau tidak dapat bekerja normal. Hormon insulin tersebut mempunyai peranan utama untuk mengatur kadar glukosa di dalam darah. Kadar gula darah dikendalikan dengan menyuntikkan insulin secara berkala. Permintaan insulin semakin hari memang terus meningkat, seiring dengan terus meningkatnya jumlah penderita penyakit diabetes di seluruh dunia, yang saat ini diperkirakan sekitar 170 juta jiwa. Penderita diabetes di Indonesia sendiri lebih dari 8 juta jiwa (tahun 2000) dan diperkirakan akan terus meningkat dan akan mencapai angka lebih dari 21 juta pada tahun 2030. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan Indonesia (dengan populasi 230 juta penduduk), menduduki ranking ke-4 di dunia setelah China, India dan US (Amerika Serikat). Di China, penderita diabetes saat ini diperkirakan lebih dari 30 juta orang.

W.Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam buku Blue Ocean Strategy memaparkan chain of buyers (rantai pembeli) suatu produk – barang dan atau jasa- terdiri dari tiga:

purchaser

influencer

actual user

Pada transaksi suatu produk (barang atau jasa), seorang purchaser belum tentu menjadi actual user. Contohnya, si Hendry membeli komputer notebook (laptop) dengan spesifikasi tertentu, pada salah satu toko di kawasan perdagangan Glodok, Jakarta. Setelah dibeli dan sesuai dengan spesifikasi teknis, barang tersebut dikirimkan ke Pakkat, salah satu kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Orangtuanya yang tinggal di Pakkat memang sudah lama memesan laptop tersebut untuk menunjang pekerjaannya sebagai seorang tenaga pendidik. Dalam hal ini, si Hendry adalah sebagai purchaser, dia yang membeli dan membayarkan dan orang tuanya sebagai actual user (pemakai laptop). Jadi memang bisa saja terjadi, seorang purchaser tidak otomatis menjadi actual user seperti pada contoh di atas.

Kalau influencer?…Jelas berbeda. Dia bukan purchaser, bukan pula sebagai actual user, namun dia mempunyai pengaruh kuat dalam suatu transaksi.

Novo Nordisk merupakan suatu perusahaan pembuat/produsen insulin. Sebagaimana halnya dengan industri farmasi, insulin dijual melalui satu rantai pembeli influencer (dalam hal ini dokter). Kualitas insulin menjadi faktor kompetisi yang sangat penting dan “area” bersaing dengan para competitor.

Bagaimana Novo Nordisk mengembagkan bisnisnya ke Samudra Biru?

Pada saat semua produsen insulin bersaing membuat produk berkualitas terbaik dengan fokus pada dokter (influencer), mereka memahami betapa seorang pasien penderita penyakit ini sesungguhnya sangat “repot” ketika tiba saatnya menyuntikkan insulin. Pasien akan pergi ke rumah sakit atau klinik, membeli peralatan suntik dan insulin dari apotik dan oleh dokter disuntikkan ke tubuh pasien. Kalau periode penyuntikan insulin (sesuai kondisi penyakit) agak “jarang”- setiap dua minggu atau setiap minggu misalnya – tentu tidak menjadi masalah besar. Tetapi bagaimana ketika kondisi pasien menuntut penyuntikan insulin setiap hari atau bahkan dua kali sehari?….akan sangat mengganggu dan sangat merepotkan. Novo Nordisk pun melihat dan memahami kondisi ini dan perlu dibuatkan solusi. Tahun 1985 Novo Nordisk memproduksi injeksi insulin NovoPen yang dirancang sedemikian, sehingga mudah digunakan sendiri oleh pasien. Berselang beberapa tahun kemudian perusahaan ini memproduksi lagi peralatan serupa yang lebih canggih, yaitu NovoLet (1989) dan sepuluh tahun kemudian (1999) diluncurkan Innovo, suatu injeksi dengan memori elektronik yang terintegrasi dengan tingkatkenyamanan dan akurasi yang sangat tinggi. Novo Nordisk dengan kreatif menciptakan inovasi nilai (value innovation) berupa produk inovatif dengan membidik actual user.

= Selamat ”berenang” di Samudra Biru=

Strategi Samudra Biru

July 20, 2008

blue-ocean-strategy

Berita lama? Iya sih memang. Buku Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy) tergolong buku yang relatif lama. Edisi versi English sudah beredar tahun 2005, disusul dengan versi Bahasa Indonesia tahun berikutnya, 2006. Namun entah kenapa, saya kok nggak bosan-bosan ya membaca buku strategi yang satu ini. Ya,..ini memang bukan buku sembarangan. Disajikan sebagai hasil kajian dan penelitian terhadap perusan-perusahaan kelas dunia dalam rentang waktu yang cukup lama 15 tahun, dengan data yang merentang mundur hingga seratus tahun lamanya. Tak tanggung-tanggung, buku yang ditulis W.Chan Kim dan Renee Mauborgne ini telah didaulat menjadi buku bestseller di Wall Street Journal dan BusinessWeek. Mereka memplot strategi persaingan bisnis dalam dua jenis, pertama Red Ocean Strategy (Strategi Samudra Merah) yang menekankan kepada kompetisi dan persaingan ketat dan “berdarah”, saling hantam, dan mematikan. Sedangkan yang kedua adalah Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy), yang diusung oleh W.Chan Kim dan Renee Mauborgne. Suatu strategi yang membidik ruang pasar baru dengan sentuhan inovasi nilai (value innovation). Menjadikan persaingan tidak relevan!.

[Read more]