Akurasi dan Presisi

Secara umum kita lebih sering mendengar kata “akurat” yang mencerminkan akurasi atau ketepatan suatu data atau laporan. Jarang atau hampir tidak pernah seseorang menyebut “presisi” untuk sesuatu data yang dianggap akurat. Presisi lebih dianggap sebagai sesuatu yang berbau teknis dan terkait dengan sistem pengukuran.

Akurasi dan Presisi

Akurasi dan Presisi

Kalau kita berbicara dalam dunia pengukuran, atau yang lebih spesifik lagi, dunia statistik dan MSA (baca pengertian MSA disini), definisi dari kedua kata diatas adalah sebagai berikut,

Akurasi : seberapa dekat suatu angka hasil pengukuran terhadap angka sebenarnya (true value atau reference value).

Presisi : seberapa dekat suatu hasil pengukuran satu dengan yang lainnya.

Misalkan kita mau mengukur tebal sebuah kotak pensil dari kayu seperti yang masih banyak dijual di Malioboro, Yogyakarta. Kita ukur sebanyak 10 kotak pensil per hari dengan alat ukur yang sama dan orang yang sama.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Tipe Pemborosan yang Unik

Hasilnya mungkin berbeda-beda sedikit karena kotak kayu itu adalah asli buatan manusia yang tidak se-presisi buatan mesin. Kita simulasikan hasilnya sebagai berikut.

Asumsikan ukuran standar dari tebal kotak kayu adalah 3.80 – 4.20 cm.

Hasil pengukuran 10 kotak pensil yang diproduksi pada hari Senin adalah 3.71 cm, 3.73 cm, 3.75 cm dan 3.78 cm. Kalau kita perhatikan, 10 kotak pensil yang dihasilkan pada hari Senin mempunyai tebal sekitar 3.71 – 3.78 cm. Tebal ini berbeda cukup jauh dengan standar tengah 4.0 cm.

Ini dikatakan bahwa hasil pengukuran sudah presisi, karena tebal seluruh kotak pensil tersebut berdekatan atau hampir sama. Tetapi hasil tidak cukup akurat karena berbeda cukup jauh dari standar. Singkatnya hasil pengukuran hari Senin memiliki akurasi rendah dan presisi tinggi.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Poka Yoke : Strategi Cerdas Mengontrol Kualitas

Kita ulangi percobaan dengan 10 kotak pensil yang diproduksi di hari Rabu.

Hasilnya adalah 3.85 cm, 3.90 cm, 3.95 cm, 4.10 cm dan 4.20 cm. Hasil ini menunjukkan bahwa akurasi cukup tinggi karena semuanya berada dalam range spesifikasi 3.80 – 4.20 cm. Tetapi presisi rendah karena range hasil pengukuran cukup besar, yaitu antara 4.20 – 3.85 cm = 0.35 cm.

Bila digambarkan dalam bentuk target lemparan anak panah, perbedaan akurasi dan presisi menjadi seperti ini.

Akurasi dan Presisi

Jadi kalau Anda adalah pemain bola dan selalu memasukkan bola ke gawang sebelah kiri dan seringkali bola batal masuk gawang, maka tendangan Anda bisa dikatakan presisi tetapi tidak akurat. Dan bila Anda selalu tiba di kantor antara pukul 7:00 – 7:30, tetapi jam masuk Anda seharusnya pk. 8:00, maka dapat dikatakan waktu kedatangan Anda adalah akurat dan presisi. Barangkali Anda layak mendapatkan bintang karyawan teladan.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Kisah Buruk dari Detroit

Akan tetapi bila kita mengukur sesuatu berulang kali dan semua hasilnya berdekatan, masih ada kemungkinan bahwa semua hasil pengukuran salah bila ada Bias.

Bias adalah suatu kesalahan sistematik yang membuat semua pengukuran menjadi salah. Misalnya sebuah stopwatch yang memerlukan waktu satu detik untuk berhenti sejak diklik, akan selalu menimbulkan kelebihan waktu beberapa detik. Lebih jauh mengenai bias akan saya uraikan berikutnya.

Penulis: Hardi Purba

 

Akurasi dan Presisi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *