Antara Hiroshima-Nagasaki dan Toyota-Kaizen

Setiap Bulan Agustus tiba, segenap Bangsa Indonesia mengingat dan mengenang kembali peristiwa besar yang terjadi. Ya, tanggal 17 Agustus 1945 adalah merupakan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam acara dan perlombaan mulai dari tingkat pusat sampai RT digelar dalam rangka merayakan dan memeriahkan hari lahirnya Bangsa Indonesia.

Hiroshima-Nagasaki dan Toyota-Kaizen

Bulan Agustus juga dikenang oleh Bangsa Jepang di seluruh dunia. Betapa tidak, dua bom atom yang maha dahsyat yang telah meluluhlantahkan Hiroshima dan Nagasaki, akan senantiasa dikenang oleh negara matahari terbit ini sepanjang masa. Tercatat sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang di Nagasaki menjadi korban keganasan senjata nuklir “little boy” (Hiroshima 6 Agustus 1945) dan bom nuklir “fat man” (Nagasaki 15 Agustus 1945). Setelah peristiwa tersebut, ribuan korban jiwa juga terus berjatuhan sebagai akibat dari penyakit radiasi bom atom tentara Sekutu. Jejak kedahsyatan dan kengerian yang terjadi akibat bom atom, diabadikan secara lengkap di Hiroshima Memorial Hall, Jepang.

Bagaimana Jepang Bangkit?

Setelah mengalami pahit getir dan penderitaan akibat bom nuklir Hiroshima-Nagasaki, Jepang menyatakan no way terhadap senjata nuklir. Mereka telah mengalami betapa pahitnya akibat perang dan tidak akan memulai perang lagi. Mereka fokus membangun dan meningkatkan taraf hidup segenap bangsa dan masyarakatnya. Semangat bekerja keras dan disiplin tinggi telah menghantarkan Bangsa Jepang menjadi negara maju dan tersohor serta mampu merajai perekonomian dunia. Sifat pekerja keras, cerdas, disiplin, loyalitas tinggi, menghargai waktu, menepati janji, dan menghormati sesama, serta mencintai produk buatan dalam negeri, terasa sangat kental ketika penulis berkunjung ke negeri Sakura ini 12 tahun yang lalu.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Poka Yoke : Strategi Cerdas Mengontrol Kualitas

Toyota

Siapa yang tidak mengenal brand Toyota? Ya, nama yang satu ini telah berperan besar melambungkan nama Jepang di kancah dunia. Perusahaan yang didirikan oleh Sakichi Toyoda ini, telah berkembang dan menempatkan dirinya menjadi perusahaan kelas papan atas di dunia. Sungguh hebat…

Bahkan perusahaan otomotif terkemuka dari Amerika Serikat (AS) seperti General Motor Corporation (GMC), Ford dan Chrysler menjadi “keringat dingin” di buatnya. Bukan tanpa sebab. Kendaraan merek Toyota dan brand Jepang yang lain, semakin mampu menunjukkan dominasinya dan disambut baik oleh pangsa pasar di AS, dengan tren yang terus meningkat.

Kehadiran Toyota dan produk Jepang lainnya telah menjadi “ancaman serius” perusahaan-perusahaan besar di AS dan dunia pada umumnya. Di samping Toyota, terdapat juga sederet brand terkemuka lainnya yang telah mendunia dan menjadi kebanggaan Bangsa Jepang, yang termasyur dengan produk inovatif dan daya saing tinggi seperti Yamaha, Honda, Panasonic, Suzuki, Kao, Hoka Hoka Bento, Kawasaki, Nissan, Sony, Mitsubishi, …dan sederet nama besar lainnya.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Zero Defects Philip Crosby

Kaizen

Kaizen telah menjelma menjadi kata yang sangat populer dan terkenal di seluruh penjuru dunia saat ini. Kaizen merupakan istilah Bahasa Jepang yang berarti continuous improvement (perbaikan berkesinambungan). Dengan semangat Kaizen, perusahaan-perusahaan Jepang telah mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang inovatif.

Manusia mempunyai keterbatasan dan sangat sulit mencapai hasil sempurna pada kali pertama melakukan suatu pekerjaan ”besar”. Toyota juga mengalaminya. Ketika Crown mampu mencapai sukses besar di negerinya tahun 1955, dan dicoba dipasarkan di AS tahun 1957.

Hasilnya……ternyata tidak seperti yang diinginkan, dan tidak sukses meraih pangsa pasar di AS seperti yang diharapkan. Terdapat masalah yang terkait dengan kualitas, membuat Crown tidak direspons positif pangsa pasar di AS. Mesin cepat panas dan kurang bertenaga. Apakah Toyota menyerah?…….tidak. Kaizen dan Kaizen…Toyota melakukan pengendalian/kontrol kualitas yang ketat terhadap produknya.

Konsep teori ilmuan terkemuka AS, Dr. Edwards Deming (termasuk P-D-C-A) diterapkan di semua lini dan terintegrasi. Semua pekerja wajib bertanggung jawab terhadap kualitas. Konsep ini kemudian berkembang dan kita kenal sebagai Total Quality Management–TQM. Kualitas dan  kualitas. Hasilnya?

Delapan tahun kemudian (1965) Toyota Corona mampu meraih sukses besar di Jepang dan AS. Permasalahan yang mereka hadapi sebelumnya (1957) melalui suatu proses panjang berhasil diperbaiki dengan sempurna. Mesin kuat dan bertenaga, irit bahan bahar, jok yang nyaman, transmisi otomatis dan price (harga) kompetitif menjadikan Corona dan kemudian Corolla menjadi kendaraan yang digemari oleh banyak masyarakat di AS dan seluruh dunia.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Respon Pelanggan pada Pengembangan Produk

Toyota (sebagaimana sifat orang Jepang umummnya), sangat menghargai dan menjunjung tinggi yang namanya ”proses”. Ya… berorientasi kepada proses, bukan hanya pada result (hasil). Hasil yang baik, prestasi yang tinggi, harus dilakukan dengan proses yang benar. Sistem produksi yang efisien dan efektif dibangun dan dikembangkan, yang kita dikenal dengan TPS (Toyota Production System). Kanban, Just in Time, Heijunka, Andon, Jidoka dan sederet istilah lainnya dalam TPS, menunjukkan betapa kesuksesan Toyota benar-benar dibangun melalui suatu proses panjang yang berbuah manis keberhasilan.

Jepang dan perusahaan-perusahaan global lainnya telah meraih sukses dan berhasil menancapkan dominasinya khususnya dengan mengembangkan dan menghasilkan produk-produk inovatif dan berkualitas tinggi. Tidak cepat puas akan apa yang telah diraih dan terus berusaha membuat yang lebih baik dan lebih memiliki daya saing, melalui perbaikan terus menerus.

Kalau Jepang mampu, Bangsa Indonesia juga sesungguhnya mempunyai Sumber Daya Alam melimpah, banyak potensi SDM berkualitas unggul, dan negara tercinta ini mempunyai kapasitas menjadi bangsa yang kompetitif dan ber-dayasaing. Ketika terjadi kendala, jangan menyerah, identifikasi penyebabnya dan lakukan Kaizen dan Kaizen!

Penulis: Hardi Purba

 

Antara Hiroshima-Nagasaki dan Toyota-Kaizen

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *