Inovasi Nilai Vs Inovasi Teknologi

Para praktisi perencanaan dan pengembangan produk kini diperhadapkan pada tantangan besar. Produk berupa barang atau jasa yang dipasarkan saat ini hampir semua penuh sesak dengan pesaing. Nilai tawar konsumen menjadi sangat tinggi di tengah beragam pilihan produk dari berbagai brand (merek) yang tersedia. Konsumen akan sangat mudah memalingkan perhatian dan pilihan apabila calon pembeli merasa kurang cocok. Konsep dasar dalam megembangkan suatu produk adalah nilai (value) bagi konsumen.

Inovasi Nilai Vs Inovasi Teknologi

Inovasi Nilai Vs Inovasi Teknologi

Tim pengembangan produk mana pun di seluruh dunia ini pasti sudah sangat paham akan hal yang satu ini. Namun yang sering “dilupakan” adalah ketika menetapkan rancangan desain. Apakah akan fokus pada inovasi teknologi, dimana produk sarat dengan sentuhan teknologi tinggi dan mutakhir. Atau sebaliknya, produk dengan teknologi biasa namun terdapat kandungan inovasi nilai bagi konsumen.

Produk yang sarat dengan teknologi mutakhir, umumnya akan mempunyai price atau harga jual yang relatif mahal ketika produk tersebut dijual di pasar. Maklum, dibutuhkan biaya dan investasi besar dalam pengembangan suatu teknologi terbaru.

Berbeda dengan produk yang memiliki kandungan teknologi “standar”, membutuhkan biaya pengembangan yang relatif lebih “kecil” dan hemat dari sisi investasi. Faktanya tidak ada jaminan bahwa produk canggih dengan teknologi mutakhir sekali pun secara otomatis akan diterima dan sukses di pasar.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Respon Pelanggan pada Pengembangan Produk

Sebaliknya, terdapat banyak contoh produk dengan sentuhan teknologi “biasa”, namun mampu meraih sukses besar dengan pertumbuhan dan profit yang meningkat signifikan. Produk kaca mata sport plus MP3 player dari Oakley misalnya. Apa sih hebatnya teknologi suatu kaca mata sport?. Bukankah teknologi MP3 player juga sudah sangat umum dikenal masyarakat dan tidak lagi istimewa?. Ada juga produk Swatch, perusahaan arloji/jam ternama di dunia.

Di tengah menjamurnya media penyimpan data usb, produk perusahaan ini mengembangkan suatu produk inovatif, jam tangan dengan fasilitas usb. Sederhana, namun dapat dipahami bahwa inovasi cerdas dari Oakley dan Swatch memberikan value tersendiri bagi pemakai produk tersebut. Namun bukan berarti inovasi teknologi serta merta diabaikan dalam pengembangan produk, karena di dalamnya juga terkandung suatu value bagi konsumen.

Namun, percaya atau tidak calon konsumen sebelum memutuskan membeli suatu produk dari merek tertentu akan mempertimbangkan dengan matang, produk mana yang menawarkan value yang lebih baik. Tidak semata-mata hanya dari sisi keunggulan teknologi. Inovasi teknologi, memandang dua sisi: biaya dan buyer value secara berimbang dan proporsional.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Akurasi dan Presisi

Idealnya adalah, suatu produk yang dikembangkan harus bisa dipastikan nantinya akan memberikan dan memenuhi “nilai bagi pembeli” dengan harga yang pantas. Boleh-boleh saja menambahkan satu atau beberapa fitur dari produk pendahulunya, atau bahkan menghilangkan/menghapus segala fitur yang memang tidak perlu atau tidak fitur tersebut dihilangkan karena memang tidak relevan lagi dengan kondisi dan perkembangan saat ini. Tentu tidak mudah mengerjakan semua ini.

Analisa estimasi pangsa pasar dan target calon pembeli, estimasi harga produk yang pantas dari Departemen Marketing, alternatif rancangan desain kreatif dari Bagian Industrial Design serta analisa rancang bangun dari Bagian Engineering tidak bisa dipisahkan dalam rangka pengembangan produk inovatif.

Mengembangkan produk berdasarkan pada inovasi nilai tentu berbeda dengan sekadar mengurangi spesifikasi. Material yang sebelumnya dipakai mempunyai tebal 2 mm kemudian diganti dengan yang lebih tipis 1,5 mm karena harganya lebih murah. Atau kabel power cord TV yang tadinya 2,5 meter dikurangi menjadi hanya 2 meter.

Di beberapa perusahaan proses seperti ini lebih dikenal dengan istilah CI (cost innovation), inovasi biaya. Inovasi nilai sesungguhnya tidaklah sesederhana itu. Ada yang berbeda dalam pendekatannya.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Biaya, Harga dan Nilai dalam Product Development

Sekadar melakukan reduce cost dengan “meninjau” spesifikasi teknis dan berusaha “menurunkannya” cukup dilakukan oleh Bagian Engineering bergabung dengan Bagian Quality Assurance tanpa membutuhkan Bagian Marketing dan Industrial Desain terlibat di dalamnya dan melakukan analisis bersama-sama.

Beberapa pakar manajemen terkemuka dunia sudah mempublikasikan akan pentingnya pengembangan produk yang berlandaskan pada pendekatan yang berimbang pada customer value dengan cost (biaya).

Ya…persaingan bisnis yang penuh sesak dengan persaingan dan cenderung bertambah ganas seperi sekarang ini, tidak lagi cukup hanya melakukan usaha menurunkan biaya dengan “meninjau ulang” standar spesifikasi atau pendekatan inovasi teknologi canggih dengan segala keistimewaannya.

Inovasi nilai sangat perlu agar tim pengembangan produk tidak hanya mengejar target produk dengan predikat “harga murah” dan mengabaikan buyer value.

Sesungguhnya sudah banyak bukti nyata dimana perusahaan yang mampu tetap eksis dengan tingkat pertumbuhan dan profit yang tinggi, dapat dicapai oleh perusahaan atau unit bisnis dengan produk atau layanan yang dikembangkan dengan konsep inovasi nilai.

Penulis: Hardi Purba

 

Inovasi Nilai Vs Inovasi Teknologi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *