Kisah Buruk dari Detroit

Pernyataan klasik yang menyatakan bahwa: “tidak ada yang mampu bertahan di posisi nomor satu terus-menerus” dapat menjadi kenyataan juga. Persaingan bisnis yang ketat dan cenderung ganas akhir-akhir ini dimana setiap perusahaan senantiasa berlomba untuk menjadi yang terbaik, dapat merubah posisi dan peta persaingan. Bahkan dalam rentang waktu yang singkat.

Kisah Buruk dari Detroit

Pengelolaan yang kurang matang dan tidak efisien (bahasa bisnisnya: miss-management), serta faktor eksternal seperti krisis finansial global yang terjadi kini, dapat juga menjadi elemen pemicu perubahan dan penurunan daya saing suatu perusahaan atau unit bisnis.

Produk yang amat laris dan banyak diminati konsumen satu dekade yang lalu, namun kini telah punah dan tinggal nama. Sudah raib entah kemana. Perusahaan raksasa dengan segudang prestasi dan keunggulan lima tahun lalu, kini tinggal kenangan. Ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada perusahaan besar dengan reputasi tinggi sekali pun.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Tipe Pemborosan yang Unik

Seiring dengan perkembangan jaman, dimana transaksi bisnis berlangsung serba instan, perubahan tingkat daya saing suatu perusahaan dapat berlangsung cepat, bahkan hanya dalam hitungan tahun.

Kisah Buruk dari Detroit

Siapa yang tidak mengenal dominasi tiga raksasa otomotif Amerika Serikat (AS): General Motors, Ford dan Chrysler?. Selama beberapa dekade, tiga perusahaan otomotif AS yang bermarkas di Detroit ini menunjukkan dominasinya dengan menguasai pangsa pasar otomotif dunia.

Penetrasi pasar dengan pertumbuhan positif korporasi ini selama kurun waktu lama, mampu menempatkannya di posisi nomor satu selama puluhan tahun, dengan pujian dan sanjungan setinggi langit. Banyak pula perusahaan khususnya yang bergerak di bidang otomotif berguru dan mencoba menerapkan sistem produksi lini perakitan modern yang efisien dan canggih. Namun itu terjadi beberapa tahun yang lalu.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Konsep Trilogi Kualitas

Kini keadaanya telah berubah. Kondisi keuangan korporasi mengalami permasalahan serius diiringi dengan laporan angka-angka kerugian yang terus bertambah sebagai imbas dari penurunan penjualan unit kendaraan.

Berita buruk dari Detroit telah beredar luas mulai akhir tahun 2008 silam. Para petinggi tiga raksasa otomotif AS ini secara mengejutkan mempublikasikan secara terbuka keterpurukannya. Bahkan mereka juga mengajukan permohonan dana talangan (bailout) dari pemerintah AS untuk dapat terhindar dari kebangkrutan. Apakah badai besar yang melanda industri otomotif di dunia khususnya di AS telah berakhir?. Sepertinya belum.

Banyak media lokal maupun internasional mempublikasikan betapa permasalahan besar masih melanda dunia otomotif AS. Laporan keuangan General Motors yang dirilis memperlihatkan kondisi memprihatinkan dari raksasa otomotif negara adi daya ini. Operasional General Motors masih merugi, nilai saham defisit dan tidak mampu menghasilkan uang tunai yang mencukupi.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Humiras Hardi Purba

Angka penjualan kendaraan di AS pada Bulan Februari 2009 secara keseluruhan memang masih menunjukkan penurunan tajam, sekitar 41% turun dibandingkan periode yang sama tahun yang lalu. Kondisi memprihatinkan ini tentu menjadi tantangan tersendiri khususnya bagi tim pengembangan produk.

Bagaimana merancang produk baru yang inovatif di tengah-tengah penurunan daya beli yang merosot tajam?. Rancangan seperti apa yang tepat dan dapat direspon pasar di tengah kondisi permintaan pasar yang sangat kecil?Tentu ini bukanlah perkara yang mudah.

Penulis: Hardi Purba

 

Kisah Buruk dari Detroit

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *