Konsep Trilogi Kualitas

Kualitas produk (barang atau jasa) yang cacat (reject), adalah merupakan pemborosan atau waste karena menyebabkan biaya besar yang tidak perlu. Ya…..barang reject yang masih bisa “diselamatkan” akan membutuhkan proses tambahan pengerjaan ulang (rework). Waktu untuk mengerjakan ulang, ongkos tenaga/pekerja bertambah dan “akibat besar” lainnya yang sangat merugikan, terjadinya keterlambatan pengiriman kepada pelanggan (customer) baik internal maupun eksternal. Bagaimana dengan produk reject yang tidak dapat diperbaiki dengan rework?

Konsep Trilogi Kualitas

Konsep Trilogi Kualitas

Statusnya jelas…..akan masuk kategori barang rongsokan yang tidak berguna dan umumnya (kendati pun) dapat dijual dan ada yang mau membelinya, akan berharga sangat rendah jauh di bawah harga material bahan baku produk tersebut (jika kasus produknya berupa barang). Kualitas produk perlu dijaga dan dikembangkan seiring dengan tingkat daya kritis konsumen yang terus meningkat akan kualitas barang dan atau jasa.

Pola-pola lama yang konvensional sudah saatnya ditinggalkan diganti dengan konsep manajemen kualitas modern yang terus berkembang, yang dikenal dengan TQM (Total Quality Management).

Konsep Trilogi Kualitas pertama kali dikembangkan oleh Dr. Joseph M. Juran seorang ilmuwan yang banyak mengabdikan dedikasinya pada bidang manajemen kualitas dan mempunyai kontribusi penting dalam perkembangan dan kemajuan quality management khususnya di bidang industri manufaktur.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Aktivitas Non-Value Added yang Perlu Dieliminasi

Nama Joseph M. Juran layak disejajarkan dengan nama-nama tokoh manajemen kualitas dunia lainnya seperti W. Edward Deming yang terkenal dengan Deming’s 14 point, Philip B Crosby dengan Quality is free-nya, A.V. Feigenbaum yang mencetuskan konsep Three steps to quality¸ Walter A Shewart, Kaoru Ishikawa dan Genichi Taguchi, serta sederet nama populer dan para tokoh pionir manajemen kualitas yang dikenal dunia.

Lahir pada 24 Desember tahun 1904 di Braila-Moldova, Dr. Joseph M. Juran mengemukakan kerisauannya akan perkembangan manajemen kualitas dunia saat itu dengan pernyataannya bahwa “telah terjadi krisis kualitas”. Anak dari Jakob (seorang pembuat sepatu desa ini), mempunyai pemahaman bahwa cara tradisional tidak akan mampu lagi menghadapi krisis kualitas yang terjadi.

Pendapat ini tentu bisa diterima mengingat pada saat itu dunia industri masih banyak yang memakai sistem manajemen kualitas konvensional dan kondisi ini sangat mengusik pengalaman industri dan intelektualitas seorang Dr. Joseph M. Juran.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Delapan Dimensi Kualitas David Garvin

Pada tahun 1986, sarjana bidang electrical engineering yang mengawali karirnya di perusahaan Western Electric ini mempublikasikan Trilogi Kualitas (The Quality Trilogy), dengan mengidentifikasi aspek ketiga dalam manajemen kualitas yakni perencanaan kualitas (quality planning).

Hal ini tergolong terobosan baru saat itu, dimana manajemen kualitas pada dunia industri masih hanya mengenal dua aspek kualitas yang dikenal; pengendalian kualitas (quality control) dan perbaikan kualitas (quality improvement).

Seberapa besar peranan Trilogi Kualitas dalam Manajemen Kualitas?

Penerapan konsep Trilogi Kualitas menjadikan cakupan manajemen kualitas menjadi lebih luas dan kompleks. Membutuhkan keahlian dan dukungan sumber daya dalam pelaksanaannya.

1. Perencanaan Kualitas (quality planning)

  • memenuhi kebutuhan pelanggan/konsumen
  • tentukan market segment (segmen pasar) produk
  • mengembangkan karakteristik produk sesuai dengan permintaan konsumen
  • mengembangkan proses yang mendukung tercapainya karakteristik produk

2. Pengendalian Kualitas (quality control)

  • mengevaluasi performa produk
  • membandingkan antara performa aktual dan target
  • melakukan tindakan jika terdapat perbedaan/penyimpangan
Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Zero Defects Philip Crosby

3. Perbaikan Kualitas (quality improvement)

  • mengidentifikasi proyek perbaikan (improvement)
  • membangun infrastruktur yang memadai
  • membentuk tim
  • melakukan pelatihan-pelatihan yang relevan
    • diagnosa sebab-akibat (bisa memakai diagram Fishbone-Ishikawa)
    • cara penanggulangan masalah
    •  cara mencapai target sasaran

Dunia akan senantiasa mengenang dan menerapkan konsep Trilogi Kualitas (The Quality Trilogy) khususnya di industri manufaktur. Dengan adanya perencanaan kualitas yang baik akan sangat bermanfaat bagi dunia industri dalam menetapkan serta membuat langkah strategis agar para konsumen terpuaskan melalui ketersediaan dan pemakaian produk yang berkualitas. Dunia pun pantas berterima kasih kepada salah seorang tokoh manajemen kualitas, Dr. Joseph M. Juran.

Apakah lini industri Anda mengalami “krisis” kualitas? Atau masihkah lini proses Anda hanya mengandalkan pengendalian kualitas (quality control) dan pengembangan kualitas (quality improvement)?. Atau barangkali masih mengandalkan pola-pola yang konvensional?

Saatnya melengkapi dan menerapkan satu aspek manajemen kualitas lainnya; perencanaan kualitas (quality planning) dari Dr. Joseph M. Juran.

Selamat mencoba!.

Penulis: Hardi Purba

 

Konsep Trilogi Kualitas

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *