Menggali Hidden Value

Mengembangkan produk atau jasa berdasarkan suara pelanggan atau konsumen merupakan hal yang mutlak saat ini. Seiring dengan banyaknya pesaing, konsumen semakin memiliki banyak produk atau jasa sejenis dari berbagai merek sebagai pilihan. Posisi tawar konsumen menjadi menjadi semakin tinggi. Hal itu terlihat jelas saat ini.

Menggali Hidden Value

Lihatlah produk handphone yang masuk ke pasar domestik misalnya. Beragam model pilihan dari puluhan merek ditawarkan dengan harga yang sangat beragam dan kompetitif. Tinggal menyesuaikan dengan kemampuan dan selera customer. Cara membelinya?…konsumen tinggal memilih. Bayar cash (tunai) atau menggunakan fasilitas kartu kredit yang dapat dicicil setiap bulan.

Sangat berbeda dengan kondisi sepuluh tahun yang lalu. Saat itu konsumen tidak begitu banyak pilihan, seiring dengan terbatasnya produk dan merek yang ada. Harganya?. Relatif mahal setidaknya dibandingkan dengan harga (price) produk dengan spesifikasi yang sama saat ini.

Kita mungkin masih ingat, tahun 2000~2002 dibutuhkan uang ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan satu nomor perdana GSM. Itu pun sangat sulit mendapatkannya. Kini?…dapat diperoleh dengan mudah di pinggir jalan dengan harga yang murah. Pengetahuan konsumen akan produk-produk berbasis teknologi tinggi juga semakin baik dan berkembang. Konsumen akan dengan mudah mengajukan complain apabila mereka mendapatkan produk menyimpang dari yang ditawarkan dalam spesifikasi.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Poka Yoke : Strategi Cerdas Mengontrol Kualitas

Pilihan produk yang kian beragam dan sangat banyak secara langsung membuat posisi tawar konsumen semakin tinggi. Konsumen semakin kritis dan akan mengajukan keberatan (complain) ketika performa produk tidak seperti yang diharapkan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap produsen khususnya bagian pengembangan produk (product development).

Produsen mengembangkan produk dengan perpijak pada keinginan atau suara konsumen. Produk baru dikembangkan dengan biaya besar, oleh karena itu diperlukan analisis memadai untuk memastikan produk tersebut mempunyai prospek bagus dan diterima pasar. Di tengah persaingan yang semakin ganas, pengembangan produk harus lebih kreatif dengan hanya membuat produk atau jasa yang berpeluang sukses dan menguntungkan bagi perusahaan.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Respon Pelanggan pada Pengembangan Produk

Hidden Value

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui nilai (value) yang dibutuhkan konsumen. Melakukan survei dan interview (wawancara) atau dengan Focus Group Interview-FGI umumnya cukup efektif mengetahui value yang diinginkan calon customer. Data-data hasil survei lapangan diproses dan dianalisa value mana saja yang potensial dan dinantikan pelanggan.

Perusahaan yang sukses dengan produk inovatif dan unggul umumnya dicapai ketika dengan kreatif mampu menggali nilai tersembunyi (hidden value). Konsumen tidak mengungkapkannya ketika dilakukan interview. Suatu value yang tidak terpikirkan oleh calon konsumen namun ketika produk diluncurkan ke pasar, terdapat suatu nilai yang sesungguhnya sangat diminati customer.

Berbeda dengan produk atau jasa pada umumnya yang saat ini tersedia. Memang, menggali buyer value yang potensial ini bukanlah pekerjaan yang mudah. W.Chan Kim dan Renee Mauborgne, dua pakar ilmu manajemen strategi dan penggagas konsep Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy) memberikan pendekatan dengan tool six paths framework. Batasan-batasan konvensional kompetisi menurut peneliti dari  INSEAD (Francis) ini terdiri dari:

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Humiras Hardi Purba

– Path 1 : across alternative industries

– Path 2 : across strategic groups within industries

– Path 3 : across the chain of buyers

– Path 4 : across complementary product and service offerings

– Path 5 : across functional or emotional appeal to buyers

– Path 6 : across time

Six paths framework dihubungkan dengan Buyer Experience Cycle-BEC, mulai dari tahap pembelian (purchase), peggunaan, sampai disposal atau produk tersebut tidak digunakan lagi. Sepertinya sangat membantu tim pengembangan produk dalam menggali ide kreatif.

Hidden value dapat digali sampai jauh ke dalam melebihi faktor-faktor kompetisi yang muncul kepermukaan yang justru sangat spesial bagi konsumen.

Penulis: Hardi Purba

 

Selamat menggali hidden value.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *