Poka Yoke : Strategi Cerdas Mengontrol Kualitas

Poka Yoke

Mutu menjadi sangat penting bagi suatu produk (baca: barang atau jasa). Sejarah mencatat, hanya produk yang berkualitas baik yang pada akhirnya dapat bertahan, diminati konsumen, dan meraih sukses di pasar. Sebaliknya, produk dengan kualitas rendah akan tidak mampu bertahan dan secara cepat atau perlahan akan hilang dari “peredaran” (ditinggalkan konsumen). Perusahaan dengan tingkat cacat (defect) produk yang tinggi jelas akan mengalami kerugian besar dan tentu akan selalu berusaha untuk dapat mencapai kualitas proses yang sempurna tanpa adanya barang/produk yang rusak (zero defect).

Poka Yoke : Strategi Cerdas Mengontrol Kualitas

Walaupun dalam prakteknya, mencapai zero defect bukanlah pekerjaan mudah, namun umumnya para praktisi industri akan berusaha dengan menerapkan metode dan strategi untuk mencapainya. Produk yang inovatif dengan desain kreatif, harga (price) yang kompetitif, jaringan penjualan yang luas, harus diimbangi juga dengan kualitas produk yang handal. Membangun kualitas di setiap proses (built in quality), merupakan salah satu upaya yang sangat efektif dalam mencapai kualitas produk yang unggul

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Akurasi dan Presisi

Poka yoke merupakan istilah Bahasa Jepang, namun sudah sangat populer di seluruh dunia khususnya di kalangan industri manufaktur yang nota bene sangat terkait dengan proses dan pengendalian/kontrol kualitas. Poka yoke adalah alat atau sistem yang mampu mendeteksi kondisi produk atau proses yang tidak normal.

Ketika terjadi penyimpangan/kesalahan, Poka yoke akan mendeteksi, “memperingatkan” telah terjadinya penyimpangan tersebut. Seperti terlihat pada gambar di atas, handphone dan sim card. Untuk memudahkan konsumen memasukkan sim card pada handphone, dibuat desain body handphone dan sim card seperti ditunjukkan panah.

Salah satu bagian pinggir sim card sengaja “dipotong”, demikian juga dengan body handphone dimana sim card diletakkan, juga sengaja “ditonjolkan” sedemikian, sehingga pemakai handphone akan dengan mudah memasukkan sim card dengan posisi yang benar.

Sederhana bukan?….. Coba kita bayangkan kalau sim card dan body handphone tersebut tidak didesain seperti pada gambar di atas, maka dapat dipastikan para pengguna handphone (khususnya pemula) akan sangat kesulitan dan rawan terjadi kesalahan posisi pemasangan. Tentu ini merupakan contoh yang sangat sederhana. Pada proses manufaktur di pabrik, beragam proses yang sangat “sulit” berpotensi “lolos” dari pemeriksaan pekerja yang bersangkutan.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Evolusi Manajemen Kualitas

Poka yoke yang dipergunakan pun akan lebih kompleks untuk dapat mendeteksi terjadinya penyimpangan proses dan parts yang cacat (defect).

Berkembang dari semangat kaizen (continuous improvement/perbaikan terus menerus), kualitas harus terus ditingkatkan. Kesalahan akibat faktor kealfaan/kelalaian manusia (human error factor) harus terus ditekan. Semua pekerja dituntut untuk berpikir kreatif bagaimana cara mengendalikan kualitas pada setiap proses dengan sederhana, efektif, dan tentu dengan biaya murah.

Konsep poka yoke diperkenalkan oleh Shigeo Shingo pada Toyota Production System-TPS. Ini sesuai dengan prinsip Toyota yang secara terus menerus melakukan perbaikan (improvement) dan meningkatkan kualitas/mutu produknya. Kualitas harus dibangun dalam proses, bukan melalui pengerjaan ulang (rework).

Poka yoke dalam kehidupan sehari-hari

Penerapan konsep poka yoke dalam kehidupan sehari-hari pun ternyata sangat banyak ditemukan. Kesalahan pemasangan akan dideteksi dan pemakai seolah “diingatkan” kalau telah terdapat kekeliruan/pemasangan yang tidak tepat atau terbalik.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Robust Design dari Taguchi

Anda pasti dapat mengenal gambar di atas bukan?. Disket penyimpan data tidak akan dapat berfungsi apabila terbalik dalam pemasangannya. Dengan poka yoke, pemakai akan “diingatkan” ketika terbalik dalam pemasangannya. Disket dan flash disc tidak dapat masuk sempurna ketika posisinya masih terbalik.

Tentu ada sangat contoh penerapan poka yoke yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang aplikasinya sederhana, maupun yang lebih kompleks.

Dalam manufaktur, manfaat penggunaan poka yoke akan lebih terlihat dengan nyata. Betapa besarnya kerugian apabila ditemui barang atau produk cacat dalam jumlah yang banyak. Konsumen akan complain dan dapat menuntut ganti rugi. Part atau produk yang diluar standar dapat menjadi pemborosan besar yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

Jika memungkinkan, ciptakanlah poka yoke sederhana, namun dapat menjadi tuntunan operator lapangan dalam melakukan inspeksi part atau produk yang dihasilkan.

Penulis: Hardi Purba

 

Poka Yoke : Strategi Cerdas Mengontrol Kualitas

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.