Tipe Pemborosan yang Unik

Tipe Pemborosan yang Unik

Di tengah membengkaknya biaya produksi, terkadang ”memaksa” pihak produsen untuk menaikkan harga jual agar dapat mengimbangi biaya dan pengeluaran yang cenderung melambung tinggi. Pilihan ini tergolong konvensional. Konsumen akan berpikir ulang membeli produk jika harganya terus melambung padahal value yang didapatkannya tidak mengalami peningkatan.

Calon pembeli dapat saja beralih dan berpaling dengan membeli produk dari brand (merek) lain yang tersedia. Sebenarnya ada alternatif lain yang tergolong efektif dalam menyiasati kenaikan harga-harga bahan baku dan biaya penunjang produksi lainnya di satu sisi dan menghindarkan kenaikan harga barang jadi (output) di sisi lain. Ya biaya-biaya yang harus ditekan, khususnya dengan tindakan menghilangkan segala bentuk pemborosan (waste). Aktivitas yang tidak mempunyai nilai tambah (non added value) perlu diidentifikasi dan dilakukan perbaikan dengan menghilangkan atau minimal menguranginya.

Tipe Pemborosan yang Unik

Terdapat 7 (tujuh) jenis pemborosan klasik yang sering menjadi fokus dalam tindakan mengurangi pemborosan antara lain:

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Strategi Samudra Biru di Starbucks Coffee

1. Produksi berlebih (over production). Membuat part/produk yang berlebih atau tidak dibutuhkan.

2. Waktu menunggu (waiting). Umumnya terjadi karena belum ratanya line balancing di lini produksi. Ada bagian/orang yang sangat sibuk dan kelelahan, di sisi lainnya terdapat bagian/orang yang sangat santai tanpa ada sesuatu yang dilakukan.

3. Pengangkutan (transporation). Suatu kondisi perpindahan/pengangkutan barang atau informasi yang kurang efektif. Tujuan yang sama tetapi dipakai beberapa kendaraan, padahal dari segi kecukupan muatan dan rute yang ditempuh masih memenuhi syarat dan mampu dibawa oleh satu armada/kendaraan sekaligus.

4. Proses (process) berlebih. Melakukan suatu proses yang pada akhirnya sesungguhnya tidak dibutuhkan atau diganti dengan spesifikasi yang lain.

5. Persediaan/stok (inventory). Stok yang terlalu banyak mengakibatkan biaya-biaya tambahan lain seperti gudang penyimpanan, menjaga agar tidak rusak atau hilang, dan lain sebagainya.

6. Gerakan yang tidak perlu. Segenap pergerakan pekerja yang tidak memiliki nilai tambah. Bergerak tetapi sesungguhnya gerakan tersebut tidak menambah nilai (value) bagi customer. Mangambil scrap, part yang jatuh ke body mesin atau ke lantai, membuka tali pengikat material, membuka dan menempatkan kardus sebagai tempat finish good adalah beberapa di antaranya.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Menggali Hidden Value

7. Barang cacat (defect). Segala output yang di luar spesifikasi dan perlu perbaikan ulang (rework). Proses pengerjaan ulang membutuhkan biaya tambahan yang sesungguhnya tidak perlu, sehingga dibutuhkan metode kerja yang lebih baik untuk menghindarkan terjainya produk defect.

Yang disebutkan di atas sesungguhnya bukanlah hal istimewa apalagi aneh. Cukup rasional dan dapat diterima khususnya produk (berupa barang) dengan beragam proses yang harus dilaluinya di lini produksi pada proses perakitan.

Telah diidentifikasi satu jenis pemborosan lagi yang justru sering diabaikan dan luput dari perhatian. Beberapa orang menyebutnya dengan unused employ creativity (kreativitas karyawan yang tidak digunakan). Bahkan ada yang lebih jelas lagi, unexploited knowledge. Failure when it comes to exploiting the knowledge and talent of the employees. Karyawan mempunyai talenta, ide atau kreativitas yang bagus dan bernilai, namun perusahaan atau manajemen puncak mengabaikannya dan tidak mampu memberdayakannya dengan baik.

Walau pun tergolong unik, namun kondisi seperti ini sering dijumpai bahkan di perusahaan yang mapan sekali pun. Pengetahuan dan kemampuan para karyawannya tidak mampu dimanfaatkan secara optimal.

Jika ini yang terjadi, sama artinya dengan memelihara pemborosan yang pada akhirnya akan kontraproduktif bagi kesinambungan dan kemajuan perusahaan. Apakah Anda petinggi di suatu perusahaan atau unit bisnis?. Atau, apakah Anda yang bertanggungjawab mengevaluasi dan menilai performa kinerja perusahaan atau unit bisnis secara keseluruhan?.

Dari Hardi Purba Blog lainnya:  Akurasi dan Presisi

Waspadailah tipe pemborosan (waste) yang satu ini.

Penulis: Hardi Purba

 

Tipe Pemborosan yang Unik

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.